1-2-3 Amar (Perintah) | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

BAB IV YANG BERHUBUNGAN DENGAN USHUL FIQH Pasal 1 Amar (Perintah). Amar, artinya perintah dan perbuatan. Menurut istilah yaitu tuntutan memperbuat dari atasan ke bawahan, dalam hal ini terdapat beberapa undang-undang: 1. Menunjukkan wajib: الْأَصْلُ فِي الْأَمْرِ لِلْوُجُوْبِ. Yang asal pada perintah untuk wajib. Ini menunjukkan wajib menurut akal dan nakal (naql). Adapun yang menurut akal sebagaimana yang diketahui oleh para ahli bahasa, orang yang tidak mematuhi perintah dinamakan oran…

1-2-2 Tentang Hukum | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

BAHAGIAN PERTAMA Ilmu Ushul Fiqh   BAB III TENTANG HUKUM Hukum menurut bahasa artinya menetapkan sesuatu atas yang lain. Menurut istilah agama ialah tuntutan dari pembuat syara‘ (Allah) yang berhubungan dengan perbuatan orang dewasa (mukallaf).   Pasal 1 Pembagian Hukum: Hukum Taklifi. Hukum Wadha‘i. Hukum Taklifi: Ijāb: Ketentuan Allah s.w.t. menghendaki ketentuan yang pasti. Nadab: Ketentuan Allah s.w.t. kepada sesuatu pekerjaan dengan tuntutan yang tidak pasti. Taḥrīm: (larangan), ketentuan Allah s.w.t.…

1-2-1 Ta‘rif, Tujuan, Guna, dan Sumber-sumber Ushul Fiqh | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

BAHAGIAN PERTAMA Ilmu Ushul Fiqh   BAB II PENGERTIAN UMUM   Untuk mengetahui arti Ushul Fiqh harus kita ketahui arti suatu yang menjadi dasar (sendi) oleh suatu yang lain, sedangkan furū‘ sesuatu yang diletakkan di atas asal tadi, seperti sebuah rumah yang diletakkan di atas sebuah sendi, maka sendi disebut asal dan rumah disebut dengan furū‘. Asal menurut istilah dipakar kepada 5 pengertian: Qā‘idah Kulliyyah, Rājiḥ, Mustaḥabb, Maqis ‘Alaih, Dalīl. Qā‘idah…

1-1-3 Perkembangan Ilmu Ushul Fiqh di Indonesia – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

Pasal 3, Perkembangan Ilmu Ushul Fiqh di Indonesia Sebagaimana telah disebutkan tadi bahwa, para ulama telah berusaha untuk membukukan Ilmu Ushul Fiqh sedang waktu itu ulama-ulama di Indonesia sibuk untuk mempelajari Ilmu Fiqh madzhab Imām Syāfi‘ī dan mengajarkan Tafsīr Jalālain, juga berhubungan dengan Ilmu Nahwu dan Sharaf. Orang yang bisa mempelajari bermacam-macam ilmu dengan menerjemahkan dari bahasa ‘Arab ke bahasa Melayu pada masa itu mendapat penghargaan yang setinggi-tingginya dari masyarakat.…

0-10 Seputar Hasan Dan Qabih – Jam’-ul-Jawami’

فَالْحُسْنُ وَ الْقُبْحُ بِمَعْنَى مَلَاءَمَةِ الطَّبْعِ وَ مُنَافَرَتِهِ وَ صِفَةِ الْكَمَالِ وَ النَّقْصِ عَقْلِيٌّ وَ بِمَعْنَى تَرَتُّبِ الْمَدْحِ وَ الذَّمِّ عَاجِلًا وَ الْعِقَابِ آجِلًا شَرْعِيٌّ خَلَافًا لِلْمُعْتَزِلَةِ. Baik dan buruk dengan arti kesesuaiannya atau ketidaksesuaiannya terhadap tabiat (selera) dan dalam arti sifat terpuji (kamāl) atau sifat tercela (naqsh) adalah bersifat rasional (‘aqliy). Sedangkan (baik dan buruk) dengan pengertian adanya konsekuensi pujian dan cacian seketika (di dunia) dan konsekuensi (pahala dan)…

0-9 Kedudukan Al-Qur’an, Sunnah, Ijma‘ Dan Qiyas – Jam’-ul-Jawami’

KEDUDUKAN AL-QUR’ĀN, SUNNAH, IJMĀ‘ DAN QIYĀS   Banyak istilah yang digunakan menggambarkan proposi dan posisi al-Qur’ān, Sunnah, ijmā‘ dan qiyās terhadap khithāb Allah s.w.t., di antaranya: 1. Al-Kāsyif atau sebagai penguak khithāb Allah s.w.t. 2. Ad-Dalīl atau petunjuk khithāb Allah s.w.t. 3. Al-Madhar-ul-Ḥukm atau berbagai penjelas khithāb Allah s.w.t. 4. Adillāt-ul-Aḥkām atau sebagai petunjuk hukum. Di mana istilah ini sering terpakai dalam disiplin ilmu ushūl. (161). Catatan: 1. Zaman azali…

1-6 Keterangan Bahwa Ayat Al-Qur’an Bermakna Umum … – Ar-Risalah Imam asy-Syafi’i

Keterangan Bahwa Ayat al-Qur’ān Bermakna Umum, yang Benar Adalah Bahwa Ayat al-Qur’ān Mencakup Umum dan Khusus. 188. Allah berfirman: إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَ أُنْثى وَ جَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَ قَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki  dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang…

1-5 Penjelasan Kelima – Ar-Risalah Imam asy-Syafi’i

Penjelasan Kelima 104. Allah berfirman: “Dan dari mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu ke Masjid-il-Ḥarām. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya.” (al-Baqarah: 150). 105. Allah mewajibkan kepada mereka untuk menghadap ke arah Masjid-il-Ḥarām di mana saja mereka berada. Syathrah dalam bahasa ‘Arab berarti arahnya. Apabila anda mengucapkan: “Aqshudu Syathra Kadzā,” maka diketahui bahwasanya anda ingin mengatakan: “Aku menuju arah begini”, maksudnya, menuju ke…

1-3&4 Penjelasan Ketiga Dan Keempat – Ar-Risalah Imam asy-Syafi’i

Penjelasan Ketiga 92. Allah berfirman: “Sesungguhnya shalat merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (an-Nisā’: 103). 93. Allah berfirman: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (al-Baqarah: 43). 94. Allah berfirman: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah.” (al-Baqarah: 196). 95. Kemudian Allah menjelaskan melalui Nabi-Nya tentang jumlah shalat yang diwajibkan kepada mereka beserta waktu pelaksanaan dan sunnah-sunnahnya, tentang jumlah zakat dan waktu pelaksanaannya, tentang bagaimana menunaikan ibadah…