1-18 Membasuh Kedua Tangan – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: MEMBASUH KEDUA TANGAN   Imām Syāfi‘ī berkata: Allah s.w.t. berfirman: “Dan basuhlah tanganmu sampai ke siku.” (al-Mā’idah [5]: 6). Saya tidak mengetahui bahwa ada perbedaan pendapat tentang membasuh siku, seolah-olah mereka memahami bahwa makna ayat ini adalah: “Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai kalian membasuh siku.” Jadi, tidak cukup sekedar membasuh kedua tangan tanpa membasuh di antara tepi jari-jemari hingga siku pun ikut terbasuh, dan hendaknya dimulai dari sebelah…

1-17 Membasuh Muka – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: MEMBASUH MUKA   Imām Syāfi‘ī berkata: Allah s.w.t. berfirman: “Maka basuhlah mukamu...” (al-Mā’idah [5]: 6). Adalah satu hal yang logis bahwa muka itu tidak menjadi tempat tumbuhnya rambut kepala sampai kepada dua telinga, tulang rahang dan dagu. Bukanlah dinamakan muka apabila melewati tempat tumbuh rambut kepala, dan dua tepi dahi itu termasuk bagian dari kepala. Demikian halnya bagian yang botak dari kepala, botak itu bukanlah bagian dari kepala. Saya…

1-16 Berkumur-kumur dan Memasukkan Air ke Hidung – Ringkasan Kitab al-Umm

Berkumur-kumur dan Memasukkan Air ke Hidung.   Imām Syāfi‘ī berkata: Allah s.w.t. berfirman: “Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku.” (al-Mā’idah [5]: 6). Imām Syāfi‘ī berkata: Saya lebih menyukai orang berwudhu’ yang memulainya dengan berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidungnya tiga kali setelah membasuh kedua tangannya, yaitu dengan cara mengambil air dengan telapak tangannya untuk mulut dan hidungnya, kemudian memasukkan air itu ke dalam…

1-15 Membasuh Kedua Tangan Sebelum Wudhu’ – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: MEMBASUH KEDUA TANGAN SEBELUM WUDHU’   Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari Abū Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasūl s.a.w. bersabda: إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَيْهُ قَبْلَ إِدْخَالِهِمَا فِي الْوَضُوْءِ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِيْ أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ.Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah ia membasuh kedua tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air wudhu’, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak mengetahui di

1-14 Siwak – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: BERSIWAK   Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari Abū Hurairah r.a. bahwa Rasul s.a.w. bersabda: لَوْ لَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ وَ بِتَأْخِيْرِ الْعِشَاءِ.Seandainya aku tidak takut memberatkan umatku, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka bersiwak setiap kali hendak berwudhu’ dan mengakhirkan shalat ‘Isyā’.” (HR. Baihaqī, juz 1, hal. 35). Dari ‘Ā’isyah r.a. dari Nabi s.a.w., beliau bersabda: السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ

1-13 Istinja’ – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: ISTINJA’   Imām Syāfi‘ī berkata: Allah tabāraka wa ta‘ālā berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (al-Mā’idah [5]: 6). Imām Syāfi‘ī berkata: Tidak ada keharusan beristinja’ (membersihkan kotoran setelah buang air kecil atau buang air besar [paling tidak] dengan tiga biji batu) atas seseorang yang diharuskan untuk…

1-12 Berbicara Dan Memotong Kumis – Ringkasan Kitab al-Umm

Berbicara dan Memotong Kumis.   Imām Syāfi‘ī berkata: Tiada mengulangi wudhu’ karena berbicara, walaupun suara terdengar keras, dan tidak wajib mengulangi wudhu’ karena tertawa di dalam shalat dan di luar shalat. Dari Abū Hurairah, dari Nabi s.a.w., beliau bersabda: مَنْ حَلَفَ بِاللَّاتِ فَلْيَقُلْ: لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ.Barang siapa bersumpah dengan al-Lāta, maka hendaklah ia mengucapkan Lā ilāha illallāh.” (321). Imām Syāfi‘ī berkata: Dari Abū Hurairah, bahwa Rasūl…

1-11 Tidak Berwudhu’ Karena Sesuatu Yang Dimakan – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: TIDAK BERWUDHU’ KARENA SESUATU YANG DIMAKAN OLEH SESEORANG   Imām Syāfi‘ī berkata: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ (ص) أَكَلَ كَتِفَ شَاةٍ ثُمَّ صَلَّى وَ لَمْ يَتَوَضَّأْ.Sesungguhnya Rasūl s.a.w. makan tulang rusuk kambing, kemudian beliau mengerjakan shalat tanpa berwudhu’ kembali.” (311). Imām Syāfi‘ī berkata: Dengan dasar ini kami mengambil kesimpulan bahwa barang siapa memakan sesuatu yang tersentuh api atau tidak tersentuh api, maka ia tidak wajib berwudhu’ kembali. Demikian…

1-10 Berwudhu’ Karena Menyentuh Kemaluan – Ringkasan Kitab al-Umm

Berwudhu’ Karena Menyentuh Kemaluan.   Imām Syāfi‘ī berkata: Marwān bin al-Ḥakam berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Busyrah binti Shafwān, bahwa ia mendengar Rasūl s.a.w. bersabda: إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ.Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu’.” (291). Dari Abū Hurairah, dari Nabi s.a.w. bahwasanya beliau bersabda: إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى ذَكَرِهِ لَيْسَ بَيْنَهُ شَيْءٌ فَلْيَتَوَضَّأْ.Apabila seseorang dari kalian menyentuh kemaluannya yang
Lewat ke baris perkakas