Macam-macam Bangkai & Masalah Kulit bangkai – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah kedua: Macam-macam bangkai Para ‘ulamā’ berbeda pendapat mengenai bagian-bagian bangkai yang disepakati sebagai bangkai, sebagaimana mereka pun berbeda pendapat tentang macam-macam bangkai. Mereka sepakat bahwa daging termasuk bagian dari bangkai, lalu mereka berbeda pendapat mengenai tulang dan bulu: Syāfi‘ī berpendapat bahwa tulang dan rambut termasuk bangkai. Abū Ḥanīfah berpendapat keduanya bukan bangkai. Adapun Mālik membedakan antara bulu dan tulang, dia berkata: “Sesungguhnya tulang termasuk bangkai, berbeda dengan bulunya.” Sebab…

Macam-macam Najis & Masalah Bangkai Hewan yang Tidak Memiliki Darah – Kitab Bersuci dari Najis – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab II Macam-macam Najis.   Para ‘ulamā’ sepakat bahwa najis itu ada empat macam: Bangkai hewan darat yang memiliki darah. Daging babi, dengan cara apapun ia mati. Darah yang berasal dari hewan darat itu sendiri, baik darah itu berasal dari binatang yang telah mati ataupun yang masih hidup apabila darah tersebut (terhitung) banyak. Air seni dan kotoran manusia. Mayoritas ‘ulamā’ menyatakan bahwa khamer adalah najis, namun ada perbedaan pendapat tentangnya…

Hukum Bersuci dari Najis – Kitab Bersuci dari Najis – Bidayat-ul-Mujtahid

كِتَابُ الطَّهَارَةِ مِنَ النَّجِسِ KITAB BERSUCI DARI NAJIS   Pokok-pokok masalah dalam pembahasan ini terangkum dalam 6 bab: Bab I Hukum Bersuci dari Najis.   Dasar bab ini adalah kitab, yaitu firman Allah s.w.t.: وَ ثِيَابَكَ فَطَهِّرْ “Dan pakaianmu bersihkanlah!” (Qs. al-Muddatstsir [74]: 4). Sementara dasar dari Sunnah juga sangat banyak yang mayoritas adalah atsar-atsar yang tsābit, di antaranya adalah sabda Nabi s.a.w.: مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ، وَ مَنِ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوْتِرْ.

Beberapa Amalan di mana Tayammum Merupakan Syarat Sahnya atau yang Membolehkannya – Tata Cara Tayammum – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab VII Beberapa Amalan di mana Tayammum Merupakan Syarat Sahnya atau yang Membolehkannya   Jumhur berpendapat bahwa amalan yang boleh dilakukan dengan tayammum adalah segala amalan yang bisa dilakukan karena wudhu’ seperti shalat, menyentuh mushḥaf dan yang lainnya. Lalu mereka berbeda pendapat apakah dengannya bisa melakukan lebih dari satu shalat? Pendapat Mālik yang masyhur bahwa tayammum tidak dapat digunakan untuk melaksanakan dua shalat fardhu. Pendapatnya berbeda-beda mengenai dua shalat yang…

Hal-hal yang Membatalkan Tayammum? – Tata Cara Tayammum – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab VI Hal-hal yang Membatalkan Tayammum?   Mereka bersepakat bahwa segala macam yang membatalakan thahārah asal, yakni wudhu’ dan mandi besar juga merupakan pembatal tayammum, namun mereka berbeda pendapat dalam dua permasalahan: Pertama: Apakah niat melakukan shalat fardhu yang lain membatalkan tayammum? Kedua: Apakah keberadaan air membatalkan tayammum atau tidak? Masalah pertama: Niat melakukan shalat yang lain Mālik berpendapat bahwa keinginan melakukan shalat yang lain membatalkan thahārah yang pertama, sementara…

Sesuatu yang Digunakan untuk Bertayammum? – Tata Cara Tayammum – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab V Sesuatu yang Digunakan untuk Bertayammum?   Sebelumnya mereka bersepakat bahwa tayammum bisa dilakukan dengan menggunakan tanah yang baik, lalu mereka berbeda pendapat pada selain tanah dari berbagai unsur lain dari tanah, seperti batu. Menurut Syāfi‘ī, tayammum tidak boleh dilakukan kecuali dengan debu murni, sementara Mālik dalam pendapatnya yang masyhur, tayammum dapat dilakukan dengan apa saja yang terdapat di bagian atas tanah, termasuk kerikil, pasir dan debu. Abū Ḥanīfah…

Jumlah Tepukan Tangan ke Tanah & Sampainya Tanah ke Seluruh Anggota Tayammum – Tata Cara Tayammum – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah kedua: Jumlah tepukan tangan ke tanah ketika bertayammum. Para ulama berbeda pendapat mengenai berapa kali hendaknya seseorang menepukkan tangannya ke tanah ketika bertayammum: Di antara ulama ada yang berpendapat sekali. Sebagian ulama berpendapat dua kali. Di antara yang berpendapat dua kali ada yang mengatakan satu usapan untuk wajah dan satu usapan untuk kedua tangan, ini adalah pendapat jumhur (jika saya mengatakan “jumhur” maka yang dimaksud adalah tiga ulama fikih…

Batasan Mengusap Kedua Tangan – Tata Cara Tayammum – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab IV Tata Cara Tayammum?   Ada tiga masalah pokok yang berkaitan dengan tata cara tayammum: Masalah pertama: Batasan Mengusap Kedua Tangan. Para ulama berbeda pendapat mengenai batasan wajib mengusap kedua tangan ketika bertayammum sesuai yang tertera dalam firman-Nya: فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَ أَيْدِيْكُمْ مِنْهُ. “Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” (Qs. al-Mā’idah [5]: 6). Pendapat ulama mengenai hal ini terbagi menjadi 4 pendapat: Batasan yang wajib dalam tayammum adalah…

Shalat Jum‘at – Fikih Empat Madzhab

Bab: Shalat Jum‘at. Ibnu Fāris (565) berkata: Para ulama berbeda pendapat tentang arti Jum‘at. Sebagian ulama mengatakan: “Dinamakan Jum‘at karena manusia berkumpul pada hari itu di suatu tempat (masjid) untuk menunaikan shalat secara berjamaah.” Ulama lainnya mengatakan: “Dinamakan hari Jum‘at karena penciptaan Nabi Ādam a.s. dikumpulkan (selesai) pada hari itu.”   377. Mereka sepakat bahwa shalat Jum‘at wajib atas penduduk kota (orang-orang yang muqīm, bukan musāfir). (566).   378. Mereka…