Hati Senang

004-3 Menambah Basuhan pada Anggota Wudhu’ | Terjemah Ibanat-ul-Ahkam

Menambah Basuhan pada Anggota Wudhu’وَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ (ر) قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ (ص) يَقُوْلُ: (إِنَّ أُمَّتِيْ يَأْتُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوْءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيْلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ). مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَ اللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ.Abū Hurairah r.a. berkata: Aku mendengar Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat, umatku akan datang dengan wajah dan anggota wudhu’ yang bersinar dari bekas air wudhu’. Barang siapa di antaramu

004-2 Sifat Mengusap Kepala dan Hukum Mengusap Dua Telinga | Terjemah Ibanat-ul-Ahkam

Sifat Mengusap Kepala dan Hukum Mengusap Dua Telinga.وَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو (ر) فِيْ صِفَةِ الْوُضُوْءِ قَالَ: (ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَ أَدْخَلَ إِصْبِعَيْهِ السَّبَّاحَتَيْنِ فِيْ أُذُنَيْهِ، وَ مَسَحَ بِأَبْهَامِهِ ظَاهِرَ أُذُنَيْهِ). أَخْرَجَهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَ النَّسَائِيُّ وَ صَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ.‘Abdullāh bin ‘Amr r.a. menerangkan tentang sifat wudhu’, lalu berkata: “Kemudian Rasūlullāh s.a.w. mengusap kepalanya, lalu memasukkan kedua telunjuk ke dalam kedua telinganya dan mengusap luar kedua telinganya

004-1 Wudhu’ | Terjemah Ibanat-ul-Ahkam

BAB IV WUDHU’ Siwakعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ (ر) عَنْ رَسُوْلِ اللهِ (ص) أَنَّهُ قَالَ: (لَوْ لَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ). أَخْرَجَهُ وَ صَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ، وَ ذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ تَعْلِيْقًا.Dari Abū Hurairah r.a., bahwa Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Seandainya tidak memberatkan kepada umatku, niscaya aku memerintah mereka untuk bersiwak pada setiap akan berwudhu’.” (H.R. Mālik, Aḥmad, Nasā’ī, Ibnu Khuzaimah. Dan Imām Bukhārī menyebutnya dengan…

003 Menghilangkan Najis (2/2) | Terjemah Ibanat-ul-Ahkam

Hukum Air Kencing Anak Laki-lakiوَ عَنْ إِبِي السَّمْحِ (ر) قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص): (يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَ يُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلَامِ). أَخْرَجَهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَ النَّسَائِيُّ وَ صَحَّحَهُ الْحَاكِمُ.Abus-Samḥ r.a. berkata: Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Sesuatu yang terkena air kencing belita perempuan, hendaknya dicuci. Dan diperciki air karena air kecing anak lelaki.” (HR. Abū Dāūd dan an-Nasā’ī). Menurut al-Ḥākim, hadits tersebut adalah shaḥīḥ. Pengertian Hadits…

003 Menghilangkan Najis (1/2) | Terjemah Ibanat-ul-Ahkam

BAB III MENGHILANGKAN NAJIS Khamer yang Dijadikan Cukaعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ (ص) قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) عَنِ الْخَمْرِ تُتَّخَذُ خَلَّا؟ فَقَالَ: لَا) أَخْرَجَهُ مُسْلِمُ وَ التِّرْمِذِيُّ، وَ قَالَ: حَسَنٌ صَحِيْحٌ.Anas bin Mālik r.a. berkata: “Rasūlullāh s.a.w. ditanya tentang khamer yang dijadikan cuka?”, lantas Rasūl bersabda: “Jangan”” (HR. Muslim, dan Tirmidzī, lalu beliau berkata dalam hadits tersebut adalah Ḥasan Shaḥīḥ). Pengertian Hadits Secara Global Rasūlullāh s.a.w.…

002 Bejana – Cara Mensucikan Kulit Bangkai – Pertanyaan | Terjemah Ibanat-ul-Ahkam

BAB II BEJANA  عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص): (لَا تَشْرَبُوْا فِيْ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ، وَ لَا تَأْكُلُوْا فِيْ صِحَافِهِمَا،فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا، وَ لَكُمْ فِي الْآخِرَةِ). مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.Ḥudzaifah bin al-Yamān berkata: Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Janganlah minum dengan bejana emas dan perak dan jangan makan dengan piring emas atau perak. Sesungguhnya ia untuk kaum kafir di dunia dan untukmu di akhirat.” (Muttafaq…

4-3 Syarat-syarat yang Membolehkan Tayammum? – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab III Syarat-syarat yang Membolehkan Tayammum?   Ada tiga masalah utama yang berkaitan dengannya: Pertama: Apakah niat termasuk syarat tayammum atau tidak? Kedua: Apakah thalab (usaha mencari air) merupakan syarat bolehnya tayammum ketika tidak memiliki air? Ketiga: Apakah masuknya waktu termasuk syarat bolehnya tayammum atau tidak? Masalah pertama: Niat.Jumhur ulama berpendapat bahwa niat adalah syarat tayammum, karena niat merupakan ibadah yang tidak dapat dipahami secara akal (logika). Sementara Zufar…

4-2 Siapakah yang Boleh Melakukan Tayammum? – Bidayat-ul-Mujtahid

Bab II Siapakah yang Boleh Melakukan Tayammum? Para ulama sepakat bahwa tayammum diperbolehkan kepada dua kelompok; orang sakit dan yang sedang melakukan perjalanan apabila tidak mendapatkan air, lalu mereka berbeda pendapat mengenai empat orang: – Orang sakit yang mendapatkan air, akan tetapi ia takut apabila menggunakannya dapat membahayakan keselamatan dirinya. – Orang yang tidak dalam perjalanan (mukim) dan tidak memiliki air. – Orang sehat yang dalam perjalanan dan mendapatkan air,…

4-1 Praktek Bersuci yang dapat Diganti dengan Tayammum – Bidayat-ul-Mujtahid

كِتَابُ التَّيَمُّمِ KITAB TAYAMMUM Pembahasan tentang masalah ini terangkum dalam tujuh bab: Bab I Praktek Bersuci yang dapat Diganti dengan Tayammum. Para ulama telah sepakat bahwa tayammum sebagai pengganti dari bersuci kecil (wudhu’), dan mereka berbeda pendapat apakah dapat mengganti bersuci besar (mandi)?Diriwayatkan dari ‘Umar dan Ibnu Mas‘ūd bahwa tayammum tidak bisa dijadikan pengganti untuk mandi (menghilangkan hadats besar). ‘Alī dan beberapa sahabat yang lain berpendapat bahwa tayammum bisa…
Lewat ke baris perkakas