skip to Main Content

1-9 Berwudhu’ Karena Buang Air Besar, Air Kecil, dan Keluar Angin (Kentut) – Ringkasan Kitab al-Umm

Berwudhu’ Karena Buang Air Besar, Air Kecil, dan Keluar Angin (Kentut).   Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari ‘Abdullāh bin Zaid, bahwa seorang laki-laki datang mengadu kepada Rasūl s.a.w. tentang sesuatu yang mengganggunya dalam shalat, lalu Rasūl s.a.w. menjawab: لَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيْحًا. “Janganlah ia beranjak sehingga ia mendengar suara atau mendapati angin.” (261). Imām Syāfi‘ī berkata: Tatkala Sunnah menunjukkan bahwa orang itu meinggalkan shalat disebabkan keluar…

  • 05/23/2018

004 Tayammum – FIQH Populer Terjemah FATHUL MU’IN

TAYAMMUM   (تَتِمَّةٌ) يَتَيَمَّمُ عَنِ الْحَدَثَيْنِ لِفَقْدِ مَاءٍ أَوْ خَوْفِ مَحْذُوْرٍ مِنِ اسْتِعْمَالِهِ بِتُرَابٍ طَهُوْرٍ لَهُ غُبَارٌ. وَ أَرْكَانُهُ نِيَّةُ اسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ الْمَفْرُوْضَةِ مَقْرُوْنَةً بِنَقْلِ التُّرَابِ، وَ مَسْحُ وَجْهِهِ ثُمَّ يَدَيْهِ. وَ لَوْ تَيَّقَنَ مَاءً آخِرَ الْوَقْتِ فَانْتِظَارُهُ أَفْضَلُ، وَ إِلَّا فَتَعْجِيْلُ تَيَمُّمٍ. وَ إِذَا امْتُنِعَ اسْتِعْمَالُهُ فِيْ عُضْوٍ وَجَبَ تَيَمُّمٌ وَ غَسْلُ صَحِيْحٍ وَ مَسْحُ كُلِّ السَّاتِرِ الضَّارِّ نَزْعُهُ بِمَاءٍ، وَ لَا تَرْتِيْبَ بَيْنَهُمَا لِجُنُبٍ. أَوْ عُضْوَيْنِ فَتَيَمُّمَانِ، وَ…

  • 05/21/2018

1-8 Berwudhu’ Karena Menyentuh Wanita – Ringkasan Kitab al-Umm

Berwudhu’ Karena Menyentuh Wanita.   Imām Syāfi‘ī berkata: Allah tabāraka wa ta‘ālā berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku.” (al-Mā’idah [5]: 6). Dalam ayat ini, Allah ‘azza wa jalla menyebutkan wudhu’ bagi orang yang berdiri hendak mengerjakan shalat. Maksud yang lebih dominan adalah orang yang berdiri (baca: bangun) dari tidur terlentang. Allah s.w.t. juga menyebutkan bersuci dari janabah. Kemudian…

  • 05/19/2018

1-7 Hal-hal Yang Mewajibkan Wudhu’ Dan Yang Tidak – Ringkasan Kitab al-Umm

Hal-hal yang Mewajibkan Wudhu’ dan yang Tidak   Imām Syāfi‘ī berkata: Allah s.w.t. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu.” (al-Mā’idah [5]: 6). Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari Abū Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w. bersabda: إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحْدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِيْ أَيْنَ بَاتَتْ يَدَهُ. “Apabila salah seorang di antara kamu bangun dari…

  • 05/17/2018

1-6 Air Yang Diragukan – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: AIR YANG DIRAGUKAN   Imām Syāfi‘ī berkata: Apabila seseorang melakukan perjalanan jauh (safar) dengan membawa air, lalu menyangka bahwa air itu telah bercampur dengan najis, namun ia tidak begitu yakin, maka air itu tetap dihukumi suci, ia boleh minum dan berwudhu’ darinya hingga ia benar-benar yakin bahwa air itu telah bercampur dengan najis. Apabila ia telah meyakini bahwa air tersebut bercampur najis, lalu ia bermaksud menumpahkan dan menggantinya dengan…

  • 05/14/2018

1-5 Bejana Yang Bukan Kulit – Ringkasan Kitab al-Umm

BAB: BEJANA YANG BUKAN KULIT.   Imām Syāfi‘ī berkata: Saya tidak memandang makruh bejana yang terbuat dari batu, besi, tembaga dan sesuatu yang tidak bernyawa. Adapun emas dan perak, saya memandang makruh bagi seseorang yang berwudhu’ dengan memakainya. Imām Syāfi‘ī berkata: Telah diriwayatkan dari Ummu Salamah (istri Nabi) bahwa Rasūl s.a.w. bersabda: الَّذِيْ يَشْرَبُ فِيْ إِنَاءِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِيْ بَطْنِهِ نَارُ جَهَنَّمَ. “Orang yang minum dalam (dengan menggunakan) bejana…

  • 05/11/2018
Back To Top