skip to Main Content
02-4 Beriman Kepada Para Utusan-Nya – Kasyifat-us-Saja’

02-4 Beriman Kepada Para Utusan-Nya – Kasyifat-us-Saja’

(وَ) رَابِعُهَا أَنْ تُؤْمِنَ بِ (رُسُلِهِ) وَ هُمْ أَفْضَلُ عِبَادَ اللهِ (Dan) rukun iman yang keempat adalah engkau harus beriman kepada (para utusan-Nya), mereka adalah seutama-utamanya hamba-hamba Allah. قَالَ تَعَالَى: وَ كُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِيْنَ} ((6) الأنعام:86) Allah ta‘ālā berfirman: ....Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (al-An‘ām [6]: 86). بِأَنْ تَعْتَقِدَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَرْسَلَ لِلْخَلْقِ رُسُلًا رِجَالًا لَا يَعْلَمُ عَدَدُهُمْ إِلَّا اللهُ Dengan engkau menyakini bahwa…

  • 11/22/2017
2-3-2 Beriman Kepada Kitab-kitab-Nya (Bagian 2) – Kasyifat-us-Saja’

2-3-2 Beriman Kepada Kitab-kitab-Nya (Bagian 2) – Kasyifat-us-Saja’

قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ أَيْضًا: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَمَا كَانَتْ صُحُفُ مُوْسَى؟ Sayyidinā Abū Dzarr berkata pula: “Aku berkata: “Wahai Rasūlullāh, apa yang terdapat di shuḥuf [lembaran-lembaran] Nabi Mūsā itu?” قَالَ: كَانَتْ كُلُّهَا عِبَرًا Nabi s.a.w. bersabda: “Adalah seluruhnya berisi nasehat-nasehat, بِكَسْرِ الْعَيْنِ وَ فَتْحِ الْبَاءِ جَمْعُ عِبْرَةٍ بِسُكُوْنِهَا مِثْلُ سِدَرٍ، وَ سِدْرَةٍ أَيْ مَوَاعِظُ. [lafazh ‘ibaran] dengan kasrah ‘ain dan fatḥah bā’, yaitu jama‘ lafazh ‘ibrah dengan sukūn huruf…

  • 11/10/2017
2-3-1 Beriman Kepada Kitab-kitab-Nya (Bagian 1) – Kasyifat-us-Saja’

2-3-1 Beriman Kepada Kitab-kitab-Nya (Bagian 1) – Kasyifat-us-Saja’

(وَ) ثَالِثُهَا: أَنْ تُؤْمِنَ بِ (كُتُبِهِ) (Dan) rukun iman yang ketiga adalah engkau harus beriman kepada (kitab-kitabNya). مَعْنَى الْإِيْمَانِ بِالْكُتُبِ التَّصْدِيْقُ بِأَنَّهَا كَلَامُ اللهِ الْمُنَزَّلُ عَلَى رُسُلِهِ عَلَيْهِمِ الصَّلَاةُ و السَّلَامُ Artinya beriman dengan kitab-kitab adalah membenarkan bahwasanya kitab tersebut adalah firman Allah yang diturunkan kepada para utusan-Nya, [semoga tercurah] atas mereka rahmat dan keselamatan. وَ كُلُّ مَا تَضَمَّنَتْهُ حَقٌّ وَ نُزُوْلُهَا بِأَنْ كَانَتْ مَكْتُوْبَةً عَلَى الْأَلْوَاحِ كَالتَّوْرَاةِ Dan setiap…

  • 11/10/2017
1-1-2 3 Periode Penyempurnaan (Abad V-VI H.) – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

1-1-2 3 Periode Penyempurnaan (Abad V-VI H.) – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

BAHAGIAN PERTAMA Sejarah Perkembangan Ushul Fiqh   BAB I SEJARAH ILMU USHUL FIQH Pasal 2, Ushul Fiqh Setelah Dibukukan   Periode Penyempurnaan (Abad V-VI H.) Kelemahan politik di Baghdad, yang ditandai dengan lahirnya beberapa daulah kecil, membawa arti bagi perkembangan baru peradaban Islam. Peradaban Islam tidak lagi terpusat di Baghdad, tetapi juga di kota-kota seperti Cairo (Qahirah-Mesir), Bukhārā, Ghaznah, dan Marakusy (Moroco). Hal itu disebabkan karena adanya perhatian besar dari…

  • 10/19/2017
1-1-2 2 Periode Perkembangan (Abad IV H.) – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

1-1-2 2 Periode Perkembangan (Abad IV H.) – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

BAHAGIAN PERTAMA Sejarah Perkembangan Ushul Fiqh   BAB I SEJARAH ILMU USHUL FIQH Pasal 2, Ushul Fiqh Setelah Dibukukan   Periode Perkembangan (Abad IV H.) Abad IV H. merupakan abad permulaan lemahnya Khilafah ‘Abbāsiyyah, karena pada abad inilah Khilafah ‘Abbāsiyyah terpecah-pecah menjadi daulah-daulah kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang sultan. Tetapi kelemahan di bidang politik ini tidak mempengaruhi perkembangan semangat keilmuan di kalangan ulama-ulama ketika itu. Bahkan ada yang menyatakan…

  • 10/18/2017
1-1-2 1 Periode Awal (Abad III H.) – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

1-1-2 1 Periode Awal (Abad III H.) – Ushul Fiqh Setelah Dibukukan | Sejarah & Pengantar Ushul Fiqh

BAHAGIAN PERTAMA Sejarah Perkembangan Ushul Fiqh   BAB I SEJARAH ILMU USHUL FIQH Pasal 2, Ushul Fiqh Setelah Dibukukan   Salah satu hal yang mendorong perlunya Ushul Fiqh itu dibukukan ialah perkembangan wilayah Islam yang semakin luas, yang  menyebabkan orang-orang ‘Arab bercampur dengan bangsa setempat, dan menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang perlu diketahui hukumnya. Dalam pada itulah ulama-ulama Islam sangat membutuhkan adanya kaidah-kaidah hukum yang terbukukan, yang dapat dijadikannya sebagai…

  • 10/16/2017
Back To Top