skip to Main Content
Tata Bahasa Sufi – 001 Bab-ul-Kalam (Sabda)

Tata Bahasa Sufi – 001 Bab-ul-Kalam (Sabda)

بَابُ الْكَلَامِ Bab-ul-Kalam (Sabda) الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ. Kalām adalah lafaz yang terdiri (murakkab) dari ucapan dan keadaan. Artinya, seseorang yang berbicara hendaknya berbicara sesuai keadaan hati jernihnya, dan terungkap dengan maksud mengingatkan kepada Allah s.w.t. Kalām juga seyogyanya memberi manfaat (mufīd) bagi para pendengar, baik untuk intelektual maupun spiritualnya. Tak heran mengapa cahaya ahli hikmah selalu mendahului perkataannya, karena kalām apabila keluar dari hati, maka akan mudah…

  • 10/14/2016
002 Bab-ul-I’rab (Hati Hamba) – Tata Bahasa Sufi

002 Bab-ul-I’rab (Hati Hamba) – Tata Bahasa Sufi

بَابُ الْإِعْرَابِ Hati Hamba   الْإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِبْرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لاِخْتِلَافِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًا. Sebagaimana berubahnya akhir setiap kata karena perbedaan ‘āmil yang memasukinya baik secara lafaz maupun perkiraan, maka demikian pula keadaan hati setiap manusia berubah sesuai kekuatan Asma’ Allah yang menimpanya. Apabila sifat jalāl (keagungan) yang menimpa maka hatinya mengalami qabdh (penuh rasa takut), dan apabila sifat jamāl (keindahan) yang menjelma maka hatinya mengalami basth…

  • 05/24/2017
Back To Top