skip to Main Content

001-9 Kalimah Fi‘il – Ngaji Jurumiyyah

Kalimah Fi‘il. Lafazh (فعل) ḥurūf (فاء) nya harus dibaca kasrah, hal ini untuk menghindari dibaca fatḥah, karena kalau terbaca fatḥah maka maknanya adalah sebuah pekarjaan, seperti berdiri, duduk, makan dan minum. (201) Dan kalimah fi‘il dapat diketahui dengan: qad, sīn, saufa, tā’ ta’nīts as-sākinah. Catatan: 20). (قوله و الفعل) بكسر الفاء احترازا من الفعل بفتحها و هو الفعل اللغوي الذي هو الحدث كالقيام و القعود و الأكل و الشرب. حاشية…

  • 11/28/2017

001-8 Huruf Qasam – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Qasam. Ḥurūf Qasam sebenarnya juga termasuk dari ḥurūf jarr, namun karena ḥurūf-ḥurūf tersebut biasanya digunakan untuk qasam (sumpah) akhirnya disendirikan dari ḥurūf jarr. Ḥurūf qasam ada tiga: (واو، باء، تاء). Ḥurūf (واو) menempati posisi pertama, karena ḥurūf ini sangat masyhur digunakan untuk sumpah, dan ḥurūf ini hanya dikhususkan untuk isim zhāhir seperti contoh: (و اللهِ), dan tidak bisa digunakan untuk isim dhamīr seperti halnya (وَهِ) dan (وَكِ). Sedangkan ḥurūf…

  • 11/28/2017

001-7 Wujudnya Alif dan Lam – Ngaji Jurumiyyah

Wujudnya Alif Dan Lām (ال). Tanda yang berikutnya kalau lafazh itu adalah isim adalah adanya (ال) pada lafazh tersebut. Baik adanya (ال) ini berupa (ال) ma‘rifat seperti contoh: (الرجل), zā’idah (tambahan) seperti contoh: (الحارث) atau maushūlah contohnya: (الضارب), lafazh-lafazh tersebut semuanya adalah isim karna adanya (ال) di depan lafazh tersebut. Lain halnya dengan (أل) istifhāmiyyah, (أل) ini dikhususkan untuk kalimah fi‘il seperti contoh: (أل ضربت) yang maknanya (هل ضربت) (apakah…

  • 10/13/2017

001-6 Tanwin – Ngaji Jurumiyyah

Tanwīn Tanwīn adalah suara nūn mati tambahan yang berada di akhirnya kalimah isim namun tidak ada tulisannya. Ada 10 macam tanwīn, berikut rinciannya: 1. Tanwīn tamkīn; tanwīn ini bisa juga dinamakan tanwīn sharfī yaitu tanwīn yang berada pada isim-isim yang mu‘rab munsharifah (menerima perubahan dan menerima tanwīn). Seperti contoh lafazh: (رَجُلٍ وَ كِتَابٍ). 2. Tanwīn tankīr; yaitu tanwīn yang dimiliki sebagian dari isim yang mabnī (tetap atau tidak menerima perubahan). Fungsi dari…

  • 10/13/2017

001-5 Huruf Jarr – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Jarr Ḥurūf yang dapat men-jarr-kan kalimat isim secara keseluruhan sebenarnya ada dua puluh ḥurūf (15), yaitu: الْبَاءُ وَ مِنْ وَ إلَى وَ عَنْ وَ عَلَى وَ فِيْ وَ الكَافُ وَ اللَّامُ وَ وَاوُ الْقَسَمِ وَ تَاؤُهُ وَ مُذْ وَ مُنْذُ وَ رُبَّ وَ حَتَّى وَ خَلَا وَ عَدَا وَ حَاشَا وَ كَيْ وَ مَتَى – لِلُغَةِ هُذَيْلٍ – وَ لَعَلَّ فِيْ لُغَةِ عُقَيْلٍ. Masing-masing dari ḥurūf jarr tersebut mempunyai…

  • 10/08/2017

001-4 Kalimah Isim – Ngaji Jurumiyyah

Kalimah Isim Isim dapat diketahui dengan ḥurūf jarr, tanwīn, masuknya alif dan lām (ال), sedangkan ḥurūf jarr sendiri berupa: min, ilā, ‘an, ‘alā, fī, rubba, bā’, kāf, lām, ḥurūf sumpah yang berupa: wāwu, bā’ dan tā’. Ḥurūf jarr (khafadh) dikhususkan masuk pada isim karena keberadaannya digunakan untuk membantu fi‘il-fi‘il lāzim supaya bisa sampai pada isim. Seperti contoh pada lafazh (مَرَرْتُ بِزَيْدٍ). Lafazh (مَرَّ) adalah fi‘il lāzim, lafazh ini bisa sampai…

  • 10/08/2017
Back To Top