skip to Main Content
001-7 Wujudnya Alif Dan Lam – Ngaji Jurumiyyah

001-7 Wujudnya Alif dan Lam – Ngaji Jurumiyyah

Wujudnya Alif Dan Lām (ال). Tanda yang berikutnya kalau lafazh itu adalah isim adalah adanya (ال) pada lafazh tersebut. Baik adanya (ال) ini berupa (ال) ma‘rifat seperti contoh: (الرجل), zā’idah (tambahan) seperti contoh: (الحارث) atau maushūlah contohnya: (الضارب), lafazh-lafazh tersebut semuanya adalah isim karna adanya (ال) di depan lafazh tersebut. Lain halnya dengan (أل) istifhāmiyyah, (أل) ini dikhususkan untuk kalimah fi‘il seperti contoh: (أل ضربت) yang maknanya (هل ضربت) (apakah…

  • 10/13/2017
001-6 Tanwin – Ngaji Jurumiyyah

001-6 Tanwin – Ngaji Jurumiyyah

Tanwīn Tanwīn adalah suara nūn mati tambahan yang berada di akhirnya kalimah isim namun tidak ada tulisannya. Ada 10 macam tanwīn, berikut rinciannya: 1. Tanwīn tamkīn; tanwīn ini bisa juga dinamakan tanwīn sharfī yaitu tanwīn yang berada pada isim-isim yang mu‘rab munsharifah (menerima perubahan dan menerima tanwīn). Seperti contoh lafazh: (رَجُلٍ وَ كِتَابٍ). 2. Tanwīn tankīr; yaitu tanwīn yang dimiliki sebagian dari isim yang mabnī (tetap atau tidak menerima perubahan). Fungsi dari…

  • 10/13/2017
001-5 Huruf Jarr – Ngaji Jurumiyyah

001-5 Huruf Jarr – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Jarr Ḥurūf yang dapat men-jarr-kan kalimat isim secara keseluruhan sebenarnya ada dua puluh ḥurūf (15), yaitu: الْبَاءُ وَ مِنْ وَ إلَى وَ عَنْ وَ عَلَى وَ فِيْ وَ الكَافُ وَ اللَّامُ وَ وَاوُ الْقَسَمِ وَ تَاؤُهُ وَ مُذْ وَ مُنْذُ وَ رُبَّ وَ حَتَّى وَ خَلَا وَ عَدَا وَ حَاشَا وَ كَيْ وَ مَتَى – لِلُغَةِ هُذَيْلٍ – وَ لَعَلَّ فِيْ لُغَةِ عُقَيْلٍ. Masing-masing dari ḥurūf jarr tersebut mempunyai…

  • 10/08/2017
001-4 Kalimah Isim – Ngaji Jurumiyyah

001-4 Kalimah Isim – Ngaji Jurumiyyah

Kalimah Isim Isim dapat diketahui dengan ḥurūf jarr, tanwīn, masuknya alif dan lām (ال), sedangkan ḥurūf jarr sendiri berupa: min, ilā, ‘an, ‘alā, fī, rubba, bā’, kāf, lām, ḥurūf sumpah yang berupa: wāwu, bā’ dan tā’. Ḥurūf jarr (khafadh) dikhususkan masuk pada isim karena keberadaannya digunakan untuk membantu fi‘il-fi‘il lāzim supaya bisa sampai pada isim. Seperti contoh pada lafazh (مَرَرْتُ بِزَيْدٍ). Lafazh (مَرَّ) adalah fi‘il lāzim, lafazh ini bisa sampai…

  • 10/08/2017
001-3 Bagian-bagian Kalam – Ngaji Jurumiyyah

001-3 Bagian-bagian Kalam – Ngaji Jurumiyyah

Bagian-bagian Kalām Bagian-bagian kalām itu terbagi menjadi tiga: isim, fi‘il dan ḥurūf yang muncul karena sebuah makna. Isim dalam istilah Nuḥāt diartikan sebagai kalimat yang menunjukkan sebuah makna dari kalimat tersebut dan tidak besertaan dengan salah satu dari tiga zaman (zaman mādhī, mustaqbāl ataupun ḥāl). Sedangkan fi‘il adalah kalimat yang menunjukkan sebuah makna dari kalimat tersebut dan besertaan dengan salah satu dari tiga zaman (zaman mādhī, mustaqbāl ataupun ḥāl). Contoh…

  • 10/08/2017
001-2 Pengertian Kalam – Ngaji Jurumiyyah

001-2 Pengertian Kalam – Ngaji Jurumiyyah

URAIAN Pengertian Kalām Makna dari lafazh adalah suara yang memuat sebagian huruf hijā’iyyah baik secara nyata atau secara hukumnya saja, seperti halnya dhamīr mustatir dalam fi‘il amar, contoh: (قُمْ) dengan pentakdiran lafazh (أَنْتَ) (11), atau dalam fi‘il mudhāri‘, seperti contoh: (نَقُوْمُ) dengan pentakdiran lafazh (نَحْنُ) karena lafazh-lafazh tersebut dihukumi sebagaimana lafazh yang diucapkan, dengan bukti dhamīr yang ada pada lafazh tersebut akan tampak ketika dalam bentuk dhamīr jama‘ ataupun dhamīr…

  • 10/06/2017
Back To Top