skip to Main Content
Kalam – Ilmu Nahwu Sistem 24 Jam

Kalam – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

الْأَجُرُّوْمِيَّةُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ Kalam adalah lafazh yang tersusun yang berfaedah bagi orang yang dituju. Maksudnya, kalam adalah lafazh yang tersusun yang berfaedah bagi orang yang mendengar atau yang diajak bicara. Kalam, menurut istilah para ahli Ilmu Nahwu, ialah harus memenuhi empat syarat, yaitu: 1. Lafazh, yaitu: فَاللَّفْظُ هُوَ الصَّوْتُ الْمُشْتَمِلُ عَلَى بَعْضِ الْحُرُوْفِ…

  • 09/23/2016
Pembagian Kalam – Ilmu Nahwu Sistem 24 Jam

Pembagian Kalam – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

1. Pembagian Kalām. وَ أَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ اسْمٌ وَ فِعْلٌ وَ حَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى Kalām terbagi menjadi tiga, yaitu isim, fi‘il dan ḥurūf yang memiliki makna. Pembagian kalām (kalimat) itu ada 3 macam yaitu: 1. Isim: الْاِسْمُ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَ لَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَضْعًا Kalima Isim ialah kalimat (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan tidak disertai dengan pengertian zaman. Dalam bahasa Indonesia, kalimat isim ini ialah…

  • 11/08/2016
Tanda-tanda Kalimat Isim – Ilmu Nahwu Sistem 24 Jam

Tanda-tanda Kalimat Isim – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

2. Tanda-tanda Kalimat Isim: فَالْاِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ وَ التَّنْوِيْنِ وَ دُخُوْلِ الْأَلِفِ وَ اللَّامِ وَ حُرُوْفِ الْخَفْضِ Isim itu dapat diketahui melalui khafadh (ḥurūf yang akhirnya di-jarr-kan), tanwīn, kemasukan alif-lām dan ḥurūf-ḥurūf khafadh.   Ḥurūf Khafadh: وَ هِيَ مِنْ وَ إِلَى وَ عَنْ وَ عَلَى وَ فِيْ وَ رُبَّ وَ الْبَاءُ وَ الْكَافُ وَ اللَّامُ Ḥurūf khafadh ialah: (مِنْ) = Dari (sejak, sebagian dari, karena, tambahan); (إِلَى) = Ke; (عَنْ)…

  • 11/16/2016
Tanda-tanda Kalimat Isim – Ilmu Nahwu Sistem 24 Jam

Tanda-tanda Kalimat Isim – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

3. Tanda-tanda Fi‘il. وَ الْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَ السِّيْنِ وَ سَوْفَ وَ تَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ Fi‘il itu dapat diketahui dengan melalui ḥurūf qad, sīn, saufa dan tā’ ta’nīts yang di-sukūn. Fi‘il dapat dibedakan dari isim dan ḥurūf, yaitu dengan masuknya: 1. Qad, contoh: (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ) = sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (al-Mu’minūn: 1). (قَدْ يَقُوْمُ زَيْدٌ) = kadang-kadang Zaid sendiri. 2. Sīn, contoh: (سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ) = orang-orang yang kurang akalnya…

  • 11/17/2016
Back To Top