7 Penutup – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

PENUTUP Telah kita jelaskan dalam buku ini secara ringkas ‘aqīdah dan pemikiran madzhab Ahl-ul-Bait a.s. dan Syī‘ah berkaitan dengan asas-asas Islam (ushūl-ud-dīn) beserta cabang-cabangnya (furū’-ud-dīn) tanpa adanya perubahan sedikitpun. Sebagaimana juga, telah kita sebutkan secara ringkas berbagai sandaran yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dari ayat-ayat al-Qur’ān, hadits-hadits, maupun karya-karya pemuka ulama Islam. Meskipun, tidak terdapat kesempatan yang luas untuk menyebutkan semua sandaran, dikarenakan tujuan kita dalam karya ini tiada lain adalah…

6-6 Masalah Umum – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

Peninggalan Ahl-ul-Bait a.s. Para pengikut madzhab Syī‘ah banyak meriwayatkan hadits dari Rasūlullāh Saw melalui jalur para Imām Ahl-ul-Bait a.s. Sebagaimana mereka memiliki peninggalan hadits-hadits yang begitu banyak jumlahnya, dari Imām ‘Alī a.s. dan Imām-Imām yang lain, di mana peninggalan itu menjadi sandaran utama setelah al-Qur’ān dan Sunnah Rasūl Saw bagi segala permasalahan yang berkaitan dengan pengetahuan keislaman dan fiqih menurut madzhab Syī‘ah. Salah satu kitab kumpulan hadits-hadits itu adalah empat…

6-5 Masalah Umum – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

Pernikahan Temporer (Mut‘ah) Kita meyakini, perkawinan temporer merupakan jenis pernikahan yang legal (masyrū‘). Pernikahan jenis ini dalam fikih Islam lebih dikenal dengan sebutan nikah mut‘ah. Karena itu, pernikahan dalam Islam terdapat dua jenis, pertama, nikah permanen (dā’im) yang tidak memiliki batasan waktu dan, kedua, nikah temporer (mut‘ah) yang memiliki batasan waktu sesuai kesepakatan kedua belah pihak lelaki dan perempuan. Pernikahan mut‘ah memiliki kesamaan dengan nikah dā’im dalam banyak hal, seperti…

6-4 Masalah Umum – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

Sujud di atas Tanah Kita meyakini bahwa sewaktu melakukan shalat, kita diwajibkan untuk sujud di atas tanah atau segala hal yang termasuk bagian dari tanah atau juga sesuatu yang tumbuh dari tanah, seperti dedaunan, ranting, dan semua tumbuh-tumbuhan “kecuali yang dapat dimakan atau dikenakan.” Oleh karena itu, kita berpendapat bahwa kita tidak boleh sujud di atas sajadah (alat shalat). Ya, kita lebih mengutamakan untuk sujud di atas tanah dibanding sujud…

6-3 Masalah Umum – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

Hakikat dan Tujuan Taqiyyah Kita meyakini bahwa seseorang berkewajiban untuk menyembunyikan aqidah dan keyakinannya di hadapan orang yang memiliki sifat fanatik dan radikal, yang tidak bisa berbicara dengan bahasa logika. Jika ternyata di balik penampakan akidah dan keyakinan itu terdapat bahaya yang mengancam kehidupan atau sesuatu yang lain sepertinya, dan di sisi lain dalam menampakkan hal itu tidak terdapat manfaat yang dapat diperoleh, maka perbuatan semacam inilah yang disebut dengan…

6-2 Masalah Umum – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

Alam Semesta merupakan Bentuk Pengaturan Terbaik Kita meyakini bahwa alam ciptaan merupakan bentuk keteraturan yang terbaik. Dalam arti, keteraturan yang diterapkan di alam semesta merupakan keteraturan yang paling baik, sehingga alam semesta ini menjadi tetap berjalan dengan baik pula. Segala sesuatu di alam semesta ini berjalan menurut sistem penciptaannya dan sesuai dengan aturan yang ada. Tidak didapat sesuatu pun yang bertentangan dengan kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Jika terdapat keburukan dalam…

2-3-5 Penutup – Memilih Takdir Allah

PENUTUP. Di akhir pembahasan ini akan kami tegaskan bahwa peristiwa-peristiwa yang mengalami al-Badā’ itu, dibagi dua: Pertama: Terjadi peristiwa yang dikabarkan Nabi s.a.w., atau oleh wāshī r.a. yang diberitakan sebelum terjadi peristiwa itu, sampai akhirnya terjadi al-Badā’ padanya, baik yang terdapat pada syariat kaum terdahulu, maupun di dalam syariat Islam. Kedua: Perkara yang diberitakan oleh Nabi s.a.w. atau wāshī-nya r.a., setelah terjadi al-Badā’ padanya , tidak diberitakan sebelumnya. Di antara…

2-3-4-6,7,8 Pertanyaan Keenam, Ketujuh, & Kedelapan – Memilih Takdir Allah (6,7,8/8)

PERTANYAAN KEENAM. Apa faedah dan pengaruh pemberitaan ini bila pemberitaan itu sendiri tidak pernah terjadi? JAWAB: Tujuan dari pemberitaan itu adalah untuk menegaskan al-Badā’ dalam pembuktiannya. Sesungguhnya andaikata Nabi s.a.w. memberitakan sesuatu, kemudian berita itu tidak terjadi, maka Nabi atau wāshī menerangkan hal itu dengan menyebutkan, bahwa hal itu tidak terajdi karena ada amal baik, seperti sedekah dan sebagainya. Demikian juga pada diri anda. Dikarenakan amal yang baik, anda akan…

2-3-4-5 Pertanyaan Kelima – Memilih Takdir Allah (5/8)

PERTANYAAN KELIMA. Sesungguhnya dari riwayat-riwayat itu, ada dua hal yang dapat disimpulkan. Pertama: perkara-perkara yang definitif, yang tidak terjadi al-Badā’ padanya; Kedua: perkara-perkara atau masalah yang kondisional, yang terjadi al-Badā’ padanya. Al-‘Ayyāsyī telah meriwayatkan dari al-Fadhil bahwa ia berkata: Aku mendengar Abū Ja‘far r.a. mengatakan: “Di antara perkara itu ada yang definitif dan tidak mustahil, dan ada perkara yang kondisional di sisi Allah yang ditetapkan dan dihapus menurut kehendak-Nya, yang…
Lewat ke baris perkakas