2-10 Sifat Mustahil dan Sifat Ja’iz bagi Allah – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Sifat Mustaḥil dan Sifat Jā’iz bagi Allah Setelah selesai membahas hal-hal yang wājib bagi Allah Yang Maha Agung dan Mulia, yaitu 20 sifat wājib bagi Allah, Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī meneruskan pembahasan tentang hal-hal yang mustaḥīl dan jā’iz bagi Allah s.w.t.   Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī berkata:وَ يَسْتَحِيْلُ ضِدُّ ذِي الصِّفَاتِ فِيْ حَقِّهِ كَالْكُوْنِ فِي الْجِهَاتِ.“Dan mustaḥīl pada hak Allah s.w.t. lawan dari sifat-sifat ini seperti keberadaan-Nya di berbagai arah.”…

2-9 Kalamullah – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Kalāmullāh   Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī berkata:عَنِ الْحُدُوْثِ وَ احْذَرِ انْتِقَامَهْ. وَ نَزِّهِ الْقُرْآنَ أَيْ كَلَامَهْ“Sucikanlah al-Qur’ān yakni kalāmullāh dari sifat baru dan takutlah terhadap siksa-Nya.” Wahai mukallaf, yakinilah kesucian al-Qur’ān, yakni kalāmullāh yang azali dan suci dari sifat baru. Sebab, al-Qur’ān bukanlah makhluk. Takutlah pada siksa Allah jika engkau meyakini bahwa kalāmullāh adalah sesuatu yang baru.   Penjelasan Seorang mukallaf wajib meyakini bahwa sifat kalām Allah, yakni kalām…

2-8 Ta’wil dan Tafwidh – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Ta’wīl dan Tafwīdh Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī berkata:أَوِّلْهُ أَوْ فَوِّضْ وَ رُمْ تَنْزِيْهَا. فَكُلِّ نَصٍّ أَوْهَمَ التَّشْبِيْهَا“Dan tiap-tiap nash yang membimbulkan prasangka adanya keserupaan maka ta’wīlkanlah ia atau serahkan kepada Allah dan bermaksudlah untuk menyucikan.” Setiap nash al-Qur’ān dan Hadits yang menggambarkan, menunjukkan, atau memberi pemahaman pada makna yang mustaḥīl bagi Allah maka harus engkau ta’wīl. Maksudnya, ditangguhkan pada makna yang patut atau layak bagi Allah. Hal ini menurut…

2-7 Asma’ dan Sifat-sifat Allah – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Asmā’ dan Sifat-sifat Allah Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī meneruskan pembahasan tentang asmā’ (nama-nama) dan sifat-sifat Allah. Beliau berkata:كَذَا صِفَاتُ ذَاتِهِ قَدِيْمَهْ. وَ عِنْدَنَا أَسْمَاؤُهُ الْعَظِيْمَهْ“Dan menurut kami (Ahl-us-Sunnah) nama-nama Allah yang agung, begitu juga sifat-sifat Dzāt-Nya adalah qadīm (dahulu).” Menurut kami, ‘ulamā’ Ahl-us-Sunnah wal-Jamā‘ah, sesungguhnya asmā’ (nama-nama Allah) yang agung dan sifat-sifat Dzāt Allah adalah qadīm (dahulu). Penjelasan Menurut ‘ulamā’ Ahl-us-Sunnah wal-Jamā‘ah, seorang mukallaf wajib meyakini bahwa nama-nama dan…

2-6 Ta’alluq Sifat Ma’ani – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Ta‘alluq Sifat Ma‘ānī Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī berkata:بِلَا تَنَاهِيْ مَا بِهِ تَعَلَّقَتْ. فَقُدْرَةٌ بِمُمْكِنٍ تَعَلَّقَتْ“Maka sifat Qudrah yang berta‘alluq dengan segala yang mungkin tidak akan berakhir oleh sesuatu yang dita‘alluq olehnya.” Ta‘alluq sifat qudrah pada sesuatu yang mungkin itu secara terus-menerus, tidak ada putusnya sampai ke surga. Penjelasan Ta‘alluq adalah hubungan atau tuntutan sifat pada perkara yang lain. Misalnya, Ta‘alluq sifat qudrah terhadap mumkināt (segala sesuatu yang mungkin) maksudnya…

2-5 Definisi Sifat – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Definisi Sifat Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī berkata:…..ثُمَّ صِفَاتُ الذَّاتِ لَيْسَتْ بِغَيْرٍ أَوْ بِعَيْنِ الذَّاتِ“……. Kemudian sifat-sifat dzāt itu bukan lain dari dzāt atau ‘ain-udz-dzāt.” Sesungguhnya sifat dzāt bukanlah selain dzāt. Maksudnya, sifat tidak lepas dari dzāt, tapi bukan ‘ain-udz-dzāt (dzāt itu sendiri). Ringkasnya, sifat dan dzāt bukanlah sesuatu yang tunggal. Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī menjelaskan bahwa sifat dari suatu dzāt, seperti sifat wujūd atau sifat qudrah, itu tidak terpisah dari…

2-3&4 Sifat Idrak & Asma’ Allah yang Diambil dari Sifat-Nya – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Sifat Idrāk Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī melanjutkan pembahasan dengan membahas tentang perselisihan ulama dalam masalah sifat idrāk. Beliau berkata:فَهَلْ لَهُ إِدْرَاكٌ أَوْ لَا خُلْفُ وَ عِنْدَ قُوْمٍ صَحَّ فِيْهِ الْوَقْفُ.“Apakah Allah memiliki (sifat) idrāk atau tidak, diperselisihkan oleh ulama. Dan menurut sebagian ulama: “Telah sah padanya tawaqquf”.” Para ulama berbeda pendapat dalam masalah apakah Allah memiliki sifat idrāk atau tidak. Para ulama muta’akhirin berbeda pendapat dalam masalah ini, pendapat…

2-2 Sifat Wajib Allah (Ma’ani) – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

Sifat Wajib Allah (Ma‘ānī) Setelah selesai membahas sifat nafsiyyah dan salbiyyah, Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī melanjutkan pembahasan pada sifat ma‘ānī. Beliau berkata:وَ قُدْرَةٌ إِرَادَةٌ وَ غَايَرَتْ أَمْرًا وَ عِلْمًا وَ الرِّضَا كَمَا ثَبَتْ.“Dan (wajib bagi Allah itu) sifat Qudrah dan Irādah. Dan (Irādah ini) berbeda dengan ‘Amr (perintah), ilmu, dan Ridhā sebagaimana yang telah tetap.” Allah wajib bersifat qudrah (berkuasa), berkuasa dalam menciptakan ataupun meniadakan, juga wajib bersifat irādah…

2-1 Nafsiyyah dan Salbiyyah – Terjemah Tauhid Sabilul Abid KH. Sholeh Darat

TENTANG KETUHANAN (ILĀHIYYAT)   “Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah engkau untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Aḥzāb [33]: 56)   Sifat Wajib Allah (Nafsiyyah dan Salbiyyah)   Syaikh Ibrāhīm al-Laqqānī meneruskan pembahasan tentang sifat yang wajib dimiliki oleh Allah s.w.t. Beliau berkata: فَوَاجِبٌ لَهُ الْوُجُوْدُ وَ الْقِدَمْ                 كَذَا بَقَاءٌ لَا يُشَابُ بِالْعَدَمْ “Maka wajb bagi Allah sifat wujud (ada) dan qidam (dahulu), begitu juga baqa’ (kekal) yang tidak…
Lewat ke baris perkakas