Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas – Aqidah Imam al-Muzani

Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas 1). Abū Bakar ash-Shiddīq r.a. Ketika Rasūlullāh s.a.w. meninggal, Abū Bakr ash-Shiddīq r.a. menyatakan: أَيُّهَا النَّاسُ، إِنْ كَانَ مُحَمَّدٌ إِلهَكُمَ الَّذِيْ تَعْبُدُوْنَ، فَإِنَّ إلهَكُمْ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَ إِنْ كَانَ إِلهَكُمَ الَّذِيْ فِي السَّمَاءِ، فَإِنَّ إِلهَكُمْ لَمْ يَمُتْ، ثُمَّ تَلَا: (وَ مَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُوْلٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ، أَفَإِنْ مَاتَ، أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ) حَتَّى خَتَمَ الْآيَةَ. Wahai

Allah Tinggi Di Atas ‘Arsy, Sekaligus Dekat Dengan Hamba-Nya – Aqidah Imam al-Muzani (3/3)

Kedelapan: Penjelasan bahwa Allah ada di atas langit. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān: أَأَمِنْتُمْ مَّنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُوْرُ. أَمْ أَمِنْتُمْ مَّنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ “Apakah kalian merasa aman dari (Allah) Yang Berada di atas langit, bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau apakah kamu merasa aman terhadap (Allah) Yang…

Allah Tinggi Di Atas ‘Arsy, Sekaligus Dekat Dengan Hamba-Nya – Aqidah Imam al-Muzani (2/3)

Kedua: Penyebutan al-Fauqiyyah (ketinggian) tanpa diikuti kata penghubung apapun. Seperti dalam firman Allah: وَ هُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ. “dan Dialah Yang Maha Menundukkan di atas hamba-hambaNya.” (QS. al-An‘ām [6]: 18).   Ketiga: Penjelasan adanya sesuatu yang naik (Malaikat, ‘amal shalih) menuju Allah. Lafazh “naik” yang disebutkan dalam al-Qur’ān dan al-Hadits bisa berupa al-‘Urūj atau ash-Shu‘ūd. Seperti dalam firman Allah: مِّنَ اللهِ ذِي الْمَعَارِجِ. تَعْرُجُ الْمَلآئِكَةُ وَ الرُّوْحُ إِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ

Allah Tinggi Di Atas ‘Arsy, Sekaligus Dekat Dengan Hamba-Nya – Aqidah Imam al-Muzani (1/3)

ALLAH TINGGI DI ATAS ‘ARSY SEKALIGUS DEKAT DENGAN HAMBA-NYA   Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: عَالٍ عَلَى عَرْشِهِ فِيْ مَجْدِهِ بِذَاتِهِ وَ هُوَ دَانٍ بِعِلْمِهِ مِنْ خَلْقِهِ أَحَاطَ عِلْمُهُ بِالْأُمُوْرِ وَ أَنْفَذَ فِيْ خَلْقِهِ سَابِقَ الْمَقْدُوْرِ وَ هُوَ الْجَوَّادُ الْغَفُوْرُ (يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَ مَا تُخْفِي الصُّدُوْرِ). Tinggi di atas ‘Arsy-Nya, dalam Kemuliaan-Nya dengan Dzāt-Nya. Dia dekat dengan ilmu-Nya dari hamba-Nya. Ilmu-Nya meliputi segala perkara. Dan Dia mewujudkan dalam penciptaan-Nya (sesuai)…

Allah Maha Mencegah dan Maha Tinggi – Aqidah Imam al-Muzani

Allah Maha Mencegah dan Maha Tinggi   Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: الْمَنِيْعُ الرَّفِيْعُ Yang Maha Mencegah lagi Maha Tinggi. Al-Manī‘ bukanlah Nama Allah. (Tapi al-Māni‘ – Yang Maha Pencegah/Maha Pelindung – lihat list 99 nama Allah – SH.). Al-Imām al-Muzanī dalam penyataannya ini sekedar mengabarkan tentang Allah atau penafsiran terhadap salah satu sifat, bukan menyebutkannya sebagai salah satu Nama Allah. Maksud dari “Yang Maha Mencegah” adalah:Maha Mencegah segala macam…

2-8 Allah Maha Berilmu dan Maha Mengetahui Secara Detail – Aqidah Imam al-Muzani

Allah Maha Berilmu dan Maha Mengetahui Secara Detail   Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: الْعَلِيْمُ الْخَبِيْرُ Dia (Allah) Yang Maha Berilmu lagi Maha Mengetahui secara detail. Al-‘Alīm adalah Maha Mengetahui segala sesuatu, sedangkan al-Khabīr memiliki makna lebih khusus yaitu Maha Mengetahui sesuatu yang: tersembunyi, detail, hakikat dan akibatnya. Jika al-Lathīf digandengkan dengan al-Khabīr maka al-Lathīf untuk pengetahuan yang detail sedangkan al-Khabīr untuk pengetahuan terhadap hal-hal yang samar atau tersembunyi (Syarḥ Kitāb…

2-4-7 Allah adalah ash-Shamad – Aqidah Imam al-Muzani

Allah adalah ash-Shamad   Dalam kalimat di atas, Al-Imām al-Muzanī r.h. juga menyatakan bahwa Allah adalah ash-Shamad. Ash-Shamad adalah salah satu Nama Allah yang mengandung lebih dari satu makna. Namun, secara ringkas, dapat dinyatakan bahwa ash-Shamad adalah Yang Maha Sempurna dalam seluruh Sifat-Nya, dan seluruh makhluk sangat membutuhkan-Nya (Tafsir surat al-Ikhlāsh dalam transkrip ceramah Syaikh Ibnu ‘Utsaimin). Allah Tidak Beristri dan Tidak Memiliki Anak Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: لَيْسَ لَهُ

2-3 Allah Maha Tunggal – Aqidah Imam al-Muzani

Allah Maha Tunggal   Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: Dan Dia (Allah) Yang Maha Tunggal Al-Wāḥid dan al-Aḥad adalah dua Nama Allah yang bermakna “Maha Tunggal/Esa”. قُلِ اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَ هُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ ….katakanlah Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia adalah Yang Maha Tunggal (al-Wāḥid) lagi Maha Perkasa. (ar-Ra‘d [13]: 16). قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ وَ مَا مِنْ إِلهٍ إِلَّا اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ Katakanlah bahwa aku hanyalah pemberi…

2-2 Allahlah yang Paling Berhak untuk Disyukuri – Aqidah Imam al-Muzani

Allahlah yang Paling Berhak untuk Disyukuri Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: …dan Dia (Allah) Yang Paling Utama untuk disyukuri. Jika ada pihak yang paling berjasa, paling berbuat baik dalam kehidupan kita, maka Ia adalah Allah. Dari-Nyalah sumber segala kenikmatan, manfaat, rezeki atau kebaikan yang kita terima. وَ مَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ Apa saja nikmat yang kalian dapatkan, maka itu dari Allah (an-Naḥl [16]: 53) Seseorang dikatakan bersyukur jika ia…