Hati Senang

2-1 Allahlah yang Paling Berhak Diingat – Aqidah Imam al-Muzani

Allahlah yang Paling Berhak untuk Diingat Al-Imām al-Muzanī r.h. menyatakan: Segala puji bagi Allah (Dzat) Yang Paling berhak untuk diingat…. Seharusnya, Allah adalah yang paling kita ingat selalu. Namun, kelemahan iman menyebabkan kita sering melupakan Allah. Karena itu, untuk mengingat-Nya kita butuh pertolongan-Nya. Nabi mengajarkan doa yang dibaca setelah tahiyyat sebelum salam: اللهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ. Ya Allah, tolonglah saya untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan

1-2 & 2-0 Sikap an-Nashihah terhadap Kaum Muslimin & Pujian dan Sanjungan kepada Allah – Aqidah Imam al-Muzani

Sikap an-Nashīḥah terhadap Kaum Muslimin Al-Imām al-Muzanī menyampaikan bahwa dalam menulis risalah ini ia sampaikan dengan sepenuh hati pemberian an-nashīḥah (nasehat). Beliau menyatakan: Saya akan jelaskan (sebentar lagi) manhaj (metode) yang jelas terang benderang dengan sepenuh jiwa pemberian nasehat untuk diri saya maupun anda. Sikap an-Nashīḥah adalah ketulusan; keikhlasan untuk memberikan yang terbaik, tidak ada niatan (buruk) lain di baliknya. عَنْ جَرِيْرٍ قَالَ: بَايَعْتُ رَسُوْلَ اللهِ (ص) عَلَى إِقَامِ الصَّلَاةِ

1-1 Penjelasan yang Terang Benderang – Aqidah Imam al-Muzani

Penjelasan yang Terang Benderang Al-Imām al-Muzanī menyatakan: Saya akan jelaskan (sebentar lagi) manhaj (metode) yang jelas terang benderang…. Para Ulamalah yang menjelaskan ajaran Islam dengan jelas dan terang benderang. Membersihkan dan memurnikannya dari berbagai pemikiran yang menyimpang. يَحْمِلُ هذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يُنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَ انْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَ تَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ. Ilmu ini dibawa oleh orang-orang yang adil (para Ulama) pada setiap generasi. Mereka menghilangkan penyimpangan makna…

196-228 Buku 1 – Matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah (Matan Aswaja – Catatan Wahhabi – SH.) – Terjemahan Matan 4 Kitab Akidah Aswaja

[196] وَ لَا نَتَبَرَّأُ مِنْ أَحَدٍ مِنْهُمْ، “Kami tidak barā’ (bersikap anti) terhadap salah seorang dari mereka.” [197] وَ نُبْغِضُ مَنْ يُبْغِضُهُمْ “Kami benci kepada orang yang membenci mereka.” [198] وَ بِغَيْرِ الْـخَيْرِ يَذْكُرُهُمْ، وَ لَا نَذْكُرُهُمْ إِلَّا بِخَيْرٍ، “Dia (yang membenci para sahabat) menyebut-nyebut mereka dengan hal-hal yang tidak baik, sedangkan kami tidak menyebut-nyebut tentang mereka kecuali dengan kebaikan.” [199] وَ حُبُّهُمْ دِيْنٌ وَ إِيْمَانٌ وَ إِحْسَانٌ، وَ بُغْضُهُمْ

163-195 Buku 1 – Matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah (Matan Aswaja – Catatan Wahhabi – SH.) – Terjemahan Matan 4 Kitab Akidah Aswaja

[163] وَ نَتْبَعُ السُّنَّةَ وَ الْـجَمَاعَةَ، وَ نَجْتَنِبُ الشُّذُوْذَ وَ الْـخِلَافَ وَ الْفُرْقَةَ. “Kami mengikuti as-Sunnah dan al-Jamā‘ah, dan meninggalkan sikap menyelisihi jamā‘ah (asy-Syudzūdz), perselisihan (al-Khilāf), dan perpecahan (al-Furqah).” [164] وَ نُحِبُّ أَهْلَ الْعَدْلِ وَ الْأَمَانَةِ وَ نُبْغِضُ أَهْلَ الْـجَوْرِ وَ الـْخِيَانَةِ. “Kami mencintai orang-orang yang adil dan amanah, dan membenci orang-orang yang zhalim dan berkhianat.” [165] وَ نَقُوْلُ اللهُ أعْلَمُ فِيْمَا اشْتَبَهَ عَلَيْنَا عِلْمُهُ. “Kami mengatakan: “Allah yang lebih…

138-162 Buku 1 – Matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah (Matan Aswaja – Catatan Wahhabi – SH.) – Terjemahan Matan 4 Kitab Akidah Aswaja

[138] وَ الْإِيْمَانُ هُوَ الْإِقْرَارُ بِاللَّسَانِ وَ التَّصْدِيْقُ بِالْـجَنَانِ. “Iman adalah: Pengakuan dengan lisan dan pembenaran dengan hati.” (5). [139] وَ جَمِيْعُ مَا صَحَّ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مِنَ الشَّرْعِ وَ الْبَيَانِ كُلُّهُ حَقٌّ. “Apa saja yang (telah diriwayatkan secara) shahih dari Rasūlullāh s.a.w. berupa syari‘at dan penjelasan, semuanya adalah ḥaqq (benar) adanya.” [140] وَ الْإِيْمَانُ وَاحِدٌ، وَ أَهْلُهُ فِيْ أَصْلِهِ سَوَاءٌ “Iman adalah satu, dan…

105-137 Buku 1 – Matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah (Matan Aswaja – Catatan Wahhabi – SH.) – Terjemahan Matan 4 Kitab Akidah Aswaja

[105] وَ نُؤْمِنُ بِاللَّوْحِ وَ الْقَلَمِ وَ بِجَمِيْعِ مَا فِيْهِ قَدْ رُقِمَ. “Dan kita beriman dengan al-Lauḥ-ul-Maḥfūzh, pena (al-Qalam) dan segala yang telah tertulis padanya.” [106] فَلَوِ اجْتَمَعَ الْـخَلْقُ كُلُّهُمْ عَلَى شَىْءٍ كَتَبَهُ اللهُ تَعَالَى فِيْهِ أَنَّهُ كَائِنٌ لِيَجْعَلُوْهُ غَيْرَ كَائِنٍ لَمْ يَقْدِرُوْا عَلَيْهِ. وَ لَوِ اجْتَمَعُوْا كُلُّهُمْ عَلَى شَىْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللهُ تَعَالَى فِيْهِ لِيَجْعَلُوْهُ كَائِنًا لَمْ يَقْدِرُوْا عَلَيْهِ. “Maka jika semua makhluk bersepakat terhadap sesuatu yang telah Allah…

067-104 Buku 1 – Matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah (Matan Aswaja – Catatan Wahhabi – SH.) – Terjemahan Matan 4 Kitab Akidah Aswaja

[67] فَمَنْ رَامَ عِلْمَ مَا حُظِرَ عَنْهُ عِلْمُهُ وَ لَمْ يَقْنَعْ بِالتَّسْلِيْمِ فَهْمُهُ، حَجَبَهُ مَرَامُهُ عَنْ خَالِصِ التَّوْحِيْدِ، وَ صَافِي الْـمَعْرِفَةِ، وَ صَحِيْحِ الْإِيْمَانِ، “Barang siapa yang ingin mengetahui sesuatu yang tidak diperlihatkan ilmu tentangnya dan pemahamannya tidak puas dengan sikap menyerahkan diri, maka dia akan dihalangi oleh keinginannya tersebut dari tauhid yang murni dan ma‘rifat yang bersih serta iman yang shaḥīḥ.” [68] فَيَتَذَبْذَبُ بَيْنِ الْكُفْرِ وَ الْإِيْمَانِ وَ التَّصْدِيْقِ

028-066 Buku 1 – Matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah (Matan Aswaja – Catatan Wahhabi – SH.) – Terjemahan Matan 4 Kitab Akidah Aswaja

[28] خَلَقَ الْـخَلْقَ بِعِلْمِهِ، “Allah menciptakan makhluk dengan Ilmu-Nya.” [29] وَ قَدَّرَ لَهُمْ أَقْدَارًا، “Dan telah menetapkan segala ketetapan taqdir bagi mereka.” [30] وَ ضَرَبَ لَهُمْ آجَالًا، “Dan menetapkan ajal bagi mereka.” [31] وَ لَمْ يَخْفَ عَلَيْهِ شَىْءٌ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَهُمْ، “Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya sebelum Dia menciptakan mereka.” [32] وَ عَلِمَ مَا هُمْ عَامِلُوْنَ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَهُمْ، “Mengetahui apa yang mereka perbuat sebelum Dia menciptakan mereka.”…
Lewat ke baris perkakas