skip to Main Content

000 Pendahulaun – ‘Aqa’iduna – Syaikh Makarim Syirazi

PENDAHULUAN TUJUAN PENYUSUNAN BUKU   Pertama, di zaman sekarang ini, kita menyaksikan berbagai perubahan yang begitu pesat. Perubahan yang bersumber dari salah satu agama samawi terbesar, yaitu Islam. Benar, Islam di masa kita ini telah melahirkan sesuatu yang baru. Yaitu, bangkitnya umat Islam untuk kembali menuju identitas dirinya serta menyelesaikan semua permasalahan yang kita peroleh jawaban dari yang lain, dengan mencari Jalan Penyelesaian dalam ajaran Islam, yang dapat ditemukan dalam…

  • 02/24/2018

0-3 Muqaddimah – Insan Kamil – Syaikh Abd. Karim al-Jaili

Saya katakan kepada manusia asing tersebut: Yā Sayyidī (wahai junjunganku): Pada awalnya aku merasa kau dekatkan diriku kepada al-Ḥaqq, namun di ujung pengembaraan aku merasa kau jauhkan diriku dari-Nya. Aku merasa kau tidak memberiku isi buah, kau hanya memberiku kulitnya saja, sebenarnya apa yang terjadi dengan laku ritualku? Ia menjawab: Aku sengaja turunkan dirimu ke dalam hukum perundang-undangan hikmah ketuhanan dan aku letakkan dirimu pada takaran neraca al-Mudrika (daya persepsi)…

  • 02/23/2018

0-2 Muqaddimah – Insan Kamil – Syaikh Abd. Karim al-Jaili

Isyārat: Dalam pengembaraan Kasyf (intuitif) al-Ḥaqq mempertemukan diri saya dengan Gharīb-usy-Syarq (manusia asing dari belahan bumi sebelah timur). Ia mengenakan Niqāb (pakaian penutup wajah) ash-Shamadaniyyah (al-Ḥaqq tumpuan segala-galanya), berjubah al-Aḥadiyyah (keesaan), bersorban al-Jalāl (keperkasaan), bermahkotakan al-Ḥasan (kebaikan), al-Jamāl (keindahan). Ia mengucap salam dengan lisan al Kamāl (kesempurnaan). Ketika saya jawab salamnya, ia memandang saya, tampak wajahnya bersinar laksana purnama, sosoknya adalah cerminan ke-Dia-an-Nya dan kebijaksanaan-Nya, tampak pada dirinya kepasrahan yang…

  • 02/21/2018

0-1 Muqaddimah – Insan Kamil – Syaikh Abd. Karim al-Jaili

“Dan Allah mengatakan yang sebenar-benarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar.” (al-Aḥzāb 33:4)   MUQADDIMAH Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.   Segala puji hanyalah untuk Allah. Salawat dan salam, semoga tetap tercurahkan kepada Rasūl terkasih-Nya, nabi pamungkas Muḥammad s.a.w. Buku ini dikarya semata-mata untuk memberi kontribusi pengetahuan, guna memahami hakikat ketuhanan dan kesejatian al-Ḥaqq. Fokus kajian dan pembahasan karya ini adalah Allah ‘azza jalālah. Kita…

  • 02/19/2018

020 Saat Isra’ Mi’raj, Apakah Rasulullah SAW Melihat Allah – Jam’-ul-Jawaami’

SAAT ISRĀ’ MI‘RĀJ, APAKAH RASŪLULLĀH S.A.W. MELIHAT ALLAH Tentang hal ini, para shahabat berbeda pendapat. Pendapat shaḥīḥ, bahwa Rasūl memang benar melihat Allah. Pendapat ini dikemukakan Ibnu ‘Abbās, Abū Dzarr, al-Ḥasan dan lainnya r.a., sebagaimana diriwayatkan oleh al-Qādhī ‘Iyādh, dan dibenarkan oleh an-Nawawī (481). Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Ḥākim, dari Ibnu ‘Abbās r.a., bahwa beliau berkata: “Nabi Muḥammad s.a.w. telah melihat Tuhannya”. ‘Ikrimah r.a. berkata kepada Ibnu ‘Abbās: “melihat…

  • 02/17/2018

018-19 Melihat Allah SWT Dalam Keadaan Terjaga dan Mimpi – Jam’-ul-Jawaami’

MELIHAT ALLAH DALAM KEADAAN TERJAGA. Dalam permasalahan mungkin tidaknya hal ini terjadi, ada dua pendapat dari Imām al-Asy‘ariy. Pendapat pertama, bahwa melihat Allah saat terjaga adalah mungkin terjadi. Pendapat ini di-shaḥīḥ-kan oleh al-Qādhī ‘Iyādh. Karena Nabi Mūsā a.s. pernah meminta agar dapat melihat Allah. Sedangkan Nabi Musa tidaklah bodoh dalam masalah-masalah yang mungkin dan tidak mungkin terjadi. Pendapat kedua, bahwa melihat Allah saat terjaga itu tidak mungkin terjadi. Karena kaum…

  • 02/15/2018
Back To Top