skip to Main Content

2-1 ISIM (nama) MUTLAK – Insan Kamil – Syaikh Abd. Karim al-Jaili

Bab 2 ISIM (nama) MUTLAK   Isim (nama) sejatinya adalah sesuatu (kata) yang membantu melahirkan pengertian (pendefinisian) sesuatu (objek) yang dinamai, menceritakannya dalam imajinasi, menghadirkannya dalam estimasi, mempolanya dalam berpikir (logika), menjaga (memelihara) nya dalam ingatan, menjadikannya ada dalam akal, baik sesuatu yang dinamai tersebut Maujūd (ada) maupun Ma’dūm (tidak ada), hadir maupun ghaib. Maka awal Kamāliyyah (kesempurnaan) untuk berkenalan dengan al-Musammā (objek yang dinamai) adalah mengenali eksistensi nama-nama Diri-Nya.…

  • 05/24/2018

001 Dzat – Insan Kamil – Syaikh Abd. Karim al-Jaili

Bab 1 DZĀT   Ketahuilah, bahwasanya dzāt muthlaq itu sejatinya adalah sesuatu yang disandarkan kepadanya nama-nama dan sifat-sifat yang berdasarkan inti (dzāt)nya, bukan berdasarkan wujudnya. Masing-masing isim (nama) atau sifat yang disandarkan kepada sesuatu, maka sesuatu tersebut sejatinya adalah inti (dzāt)nya, baik sesuatu yang Maujūd (ada) maupun sesuatu yang tidak ada wujudnya semisal burung Garuda Emas. Ada (maujūd) itu sendiri terbagi atas dua bagian: Maujūd Murni, yaitu dzāt Allah jalla…

  • 05/22/2018

0-4 Muqaddimah – Insan Kamil – Syaikh Abd. Karim al-Jaili

Ketahuilah, bahwa tulisan-tulisan azimat merupakan quthub (poros) peredaran falak contoh-contoh ketinggian. Quthub rūḥ merupakan contoh pertama daripada tulisan-tulisan tersebut dengan ruh itulah terbangun citra nafs (jiwa) pada masing-masing insan, jika diri orang tidak ber-ruh, maka orang itu tidak layak dihukumi sebagai manusia, lebih dari itu jika orang tidak mampu memahami secara hakiki substansi ruh dirinya, niscaya ia tidak memahami eksistenti dirinya, juga tidak memahami ketentuan hukum-hukumNya, serta makna-makna tersirat dibalik…

  • 05/19/2018

1-6 Pertemuan Kedua – Tauhid Mufadhdhal – Mengurai Tanda Kebesaran Allah

KETIGA PULUH SATU Kecerdikan Burung Abu Numrah Menggunakan Duri Burung kecil yang disebut Abu Numrah pada musim tertentu membuat sarang di atas pohon. Ketika ia melihat seekor ular besar mendatangi sarangnya dengan mulut terbuka hendak menelannya, maka dalam keadaan bingung ia mencari akal sehingga menemukan duri, lalu diambilnya duri itu dan dimasukkan ke dalam mulut ular. Maka ular melingkar dan menggelepar-gelepar hingga mati. Tidakkah engkau perhatikan, kalau aku tidak mengabarkan…

  • 05/16/2018

1-5 Pertemuan Kedua – Tauhid Mufadhdhal – Mengurai Tanda Kebesaran Allah

KEDUA PULUH DUA Ayam Betina, Kegembiraannya untuk Mengerami Telur dan Penetasan. Perhatikanlah ayam betina, bagaimana ia timbul gairahnya untuk mengerami telur dan menetaskannya. Ia tidak bertelur sekaligus dan tidak memiliki sarang tempat pijakan. Melainkan ia bertelur di mana saja, mengembangkan bulu-bulunya, berkotek dan tidak makan. Sehingga ia mengumpulkan telurnya, lalu mengerami dan menetaskannya. Tidaklah hal itu dilakukan melainkan untuk meneruskan keturunannya. Siapa yang menjadikannya meneruskan keturunan, padahal ia tidak memiliki…

  • 05/13/2018

1-4 Pertemuan Kedua – Tauhid Mufadhdhal – Mengurai Tanda Kebesaran Allah

Kecerdasan Binatang: Rusa, Rubah dan Ikan Lumba-Lumba Wahai Mufadhdhal, perhatikanlah mengenai kecerdasan yang diberikan kepada binatang untuk kebaikannya, dalam bawaan dan penciptaan, sebagai karunia dari Allah SWT. Hal itu dimaksudkan agar tidak dihilangkan kenikmatan Allah SWT dari makhluk-Nya, tidak dengan akal dan pikiran. Rusa yang memakan ular akan merasa sangat kehausan, tetapi ia menghindari untuk minum air karena takut racun menjalar ke seluruh tubuhnya sehingga membuatnya mati. Kalau ia minum,…

  • 05/10/2018
Back To Top